ZIARAH KUBUR

ZIARAH KUBUR merupakan amalan yang disyariatkan oleh Islam . Ia adalah sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : ” Sesungguhnya dulu aku melarang kalian ziarah kubur . Maka ( sekarang ) ziarahilah kuburan, karena dalam ziarah kubur ada ibrah/pelajaran . Namun jangan kalian mengeluarkan ucapan yang membuat Rabb kalian murka . ” ( HR . Ahmad 3/38,63,66,Al-Hakim 1/374,375 dan ia mengatakan : ” Shahih di atas syarat Muslim . ” Adz-Dzahabi menyepakatinya .) Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra disebutkan faedah lain dari ziarah kubur yaitu mengingat kematian . Nabi Saw bersabda : ” Ziarahilah kuburan karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kepada kematian . ” ( HR . Muslim ) Dalam riwayat lain dari Buraidahra, Nabi Saw mengatakan : ” Agar ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada kebaikan . ” ( HR . Ahmad ) Dalam riwayat Al-Hakim dari Anas bin Malik ra disebutkan : ” Karena ziarah kubur itu melembutkan hati dan mengalirkan air mata, serta mengingatkan pada akhirat namun jangan kalian mengucapkan hujran . ” ( HR . Hakim )
Dari keterangan diatas jelaslah bahwa ziarah kubur itu punya landasan syar’i yang kuat . Rasulullah sendiri yang menyuruh para sahabatnya melakukan amalan tersebut . Mengomentari hal ini, Al-Imam An-Nawawi berkata : ” Ziarah kubur ini awalnya dilarang karena masih dekatnya masa mereka ( para shahabat ) dengan masa jahiliyah . Sehingga bisa jadi ketika melakukan ziarah kubur, mereka mengucapkan perkataan-perkataan jahiliyah yang batil . Maka ketika kaidah-kaidah Islam telah tegak, kokoh dan mantap, hukum-hukum Islam telah teratur dan terbentang, serta telah masyhur tanda-tandanya, dibolehkanlah bagi mereka untuk ziarah kubur . Namun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membatasinya dengan ucapan beliau : ( Al-Majmu’ , 5/285 ) .
Al-Imam Ash-Shan’ani berkata : ” Semua hadits ini menunjukkan disyariatkannya ziarah kubur, menerangkan hikmahnya, dan dilakukannya dalam rangka mengambil pelajaran . Maka bila dalam ziarah kubur tidak tercapai hak ini berarti ziarah itu bukanlah ziarah yang dimaukan secara syar’i . ” ( subulus salam , 2/181 ) .
Tujuan ziarah kubur itu agar orang yang melakukannya bisa mengambil pelajaran dari kematian, mengingat negeri akhirat agar bisa menyiapkan bekal untuk menghadapinya . Kemudian berdo’a memintakan ampun bagi penghuninya . Amalan itu disertai syarat, yaitu orang yang melakukannya tidak melakulan perbuatan yang dimurkai Allah SWT seperti berdoa meminta hajat/kebutuhan dan minta tolong kepada penghuni kubur .
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa ziarah kubur yang sesuai syar’i adalah ziarah yang dilakukan dengan maksud mengucapkan salam kepada mayat dan mendoakannya sebagaimana hal ini dilakukan ketika menshalati jenazahnya .

By
Arethere’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: