LADANG BATUBARA DAN KEBIJAKAN

Indonesia dan cina sama-sama sebagai produsen batu bara, tetapi Indonesia kalah jauh baik dari sisi produksi, jumlah cadangan di perut bumi, maupun pemanfaatannya untuk industri dalam negeri . Demikian juga bila Indonesia dibanding dengan India, Rusia, Polandia, Amerika serikat, maupun Afrika selatan .
Indonesia yang punya cadangan 12 milyar ton, tahun ini memproduksi batu bara sebesar 205 juta ton . Dari jumlah tersebut, hanya seperempatnya yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan domestik . Cina mempunyai cadangan sebesar 288 milyar ton . Setiap tahun mengeruk sekitar 2,3 milyar ton batu bara . Dari jumlah itu, semuanya dipakai untuk industri di dalam negeri . Malahan mereka mesti impor 38 juta ton pertahunnya . Jumlah ini akan terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi negeri tirai sutra itu .
Amerika serikat dan India menerapkan kebijakan yang sama dengan Cina, yakni seluruh produksinya dimanfaatkan untuk kepentingan domestik . India memproduksi batu bara 430 juta ton per tahun . Ini pun masih kurang untuk menjamin pasokan ke dalam negerinya dan mesti impor 40 juta ton . Sementara itu, Afrika selatan, Rusia, dan Polandia menerapkan kebijakan tetap mengekspor batu bara tanpa melupakan kebutuhan dalam negeri . Dengan komposisi 70 % produksi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri sisanya yang 30 % di ekspor . Melihat kebijakan di negara-negara lain tersebut, Indonesia diakui atau tidak boleh dibilang terlambat dalam pemanfaatan batu bara untuk menggerakkan roda industri . Indonesia terlalu dimanjakan oleh minyak bumi, yang di masa lalu harganya belum terlalu tinggi . Termasuk dalam merancang pembangkit listrik dengan bahan bakar utama minyak . Biarpun terlambat, Indonesia mau tidak mau harus sadar dan menilai pentingnya diversifikasi sumber energi, terutama memanfaatkan batu bara . Bila saat ini komposisi kebijakan ekspor di banding domestik 75 % dan 25 % , ke depan nya komposisi itu harus di balik menjadi 25 % untuk ekspor dan 75 % untuk dalam negeri . Tidak kalah pentingnya kontrak-kontrak jangka panjang untuk ekspor harus di tinjau kembali .

By
Arethere’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: