INDUSTRI PERKAYUAN MELEWATI KRISIS GLOBAL STRATEGINYA MELESET

Dalam waktu sepuluh tahun terakhir ini berbagai permasalahan telah menimpa industri perkayuan nasional . Terutamanya kenaikan beberapa kali harga bahan bakar solar mulai tahun 2005 serta krisis ekonomi global yang terjadi saat ini . Bagi beberapa Perusahaan Perkayuan kenaikan beberapa kali harga bahan bakar solar sebenarnya sudah bisa di atasi dengan melakukan beberapa langkah strategis yaitu melakukan investasi di bidang energy ( power plant ) serta investasi di mini rotary yang tujuannya untuk menekan biaya log . Namun, belum sempat menikmati hasil dari usaha – usaha yang telah dilakukan tersebut diatas krisis ekonomi global yang dampak nya sangat serius bahkan lebih serius dari krisis sebelumnya telah menimpa kembali sejak awal Oktober 2008 . Para pengamat ekonomi memprediksikan bahwa krisis saat ini akan berlangsung cukup lama, sehingga akan banyak perusahaan-perusahaan yang tutup apabila tidak piawai mensiasatinya .
Dampak nyata krisis saat ini terhadap Industri perkayuan adalah sulitnya memasarkan product , rata-rata pada kuartal IV tahun 2008 telah terjadi penurunan penjualan lebih dari 50 % , hal ini dikarenakan sebagian besar product nya adalah berorientasi export baik langsung maupun tidak langsung . Penurunan penjualan yang sangat signifikan ini tentu menurunkan juga inflow sehingga sangat berpengaruh terhadap pembiayaan operasional secara keseluruhan . Memperoleh bantuan dari pihak ketiga, pada kondisi seperti saat ini tentu sangat sulit, karena semua sektor juga melakukan pengetatan keuangan .
Menghadapi kondisi yang begitu berat saat ini, pada umumnya management di masing-masing perusahaan mengharapkan seluruh komponen perusahaan bersatu padu untuk mengatasinya . Perusahaan harus melakukan langkah-langkah atau tindakan strategis secepatnya, walaupun langkah atau tindakan tersebut belum tentu bisa memuaskan semua pihak . Langkah penghematan yg telah di lakukan semua perusahaan sektor perkayuan adalah meniadakan lembur kecuali sangat diperlukan, tidak memperpanjang kontrak bagi karyawan yang masa kontraknya telah habis, dan tentu kedepan akan ada langkah-langkah lain bila diperlukan untuk diambil .
Secara Operasional, tahun 2009 rata-rata perusahaan akan beroperasi kurang lebih 50% dari kapasitas, disesuaikan dengan daya serap pasar . Dengan mengurangi target produksi diharapkan bisa menekan kerugian perusahaan yang lebih besar, dan tentu program cost reduction menjadi issue utama pada tahun 2009 . Secara garis besar, di internal perusahaan harus melakukan langkah-langkah spesifik sbb :
# MARKETING
melakukan analisa TREND pasar secara seksama, memperluas pasar di luar yang EXISTING serta mencari pasar untuk product dari kayu FSC .
# HTI
Menyusun perencanaan yang lebih akurat serta lebih fokus melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang Existing .
# LOGGING
Menyusun perencanaan yang lebih akurat, meningkatkan productivitas, maksimalisasi pemanfaatan jatah RKT, mempertahankan SFM yang sudah diperoleh, mendapatkan sertifikat untuk site lainnya .
# PLYMILL
Meningkatkan Recovery Factor, produktivitas, kualitas dan maksimalisasi penggunaan kayu kecil serta lebih intensif mencari kayu kecil dari eksternal .
# FUNGSIONAL
Memberikan support maksimal serta koordinasi yang baik dengan divisi operasional .
Gambaran di atas adalah geliat Industri sektor perkayuan di tanah air guna melewati kondisi krisis Global .

By
Arethere’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: