RIWAYAT SINGKAT BUNG KARNO

Ir . Soekarno, yang lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya . Setelah menamatkan sekolah dasar di Mojokerto dan sekolah menengah di Surabaya, ia meneruskan pelajarannya ke Sekolah Teknik Tinggi ( sekarang ITB ) di Bandung dan lulus dengan gelar insinyur pada tahun 1925 .
Sebagai seorang insinyur, beliau ahli membuat jembatan dan gedung . Bung Karno diajak bekerja oleh penjajah Belanda dengan gaji amat besar, tetapi Bung Karno tidak mau . Beliau tidak menginginkan kekayaan dan kedudukan tinggi . Bung Karno anti penjajahan, sebab penjajahan selalu menyengsarakan rakyat . Bung Karno berjuang mempersatukan dan mencerdarkan rakyat . Bung Karno bergaul akrab dengan rakyat kecil . Sering Bung Karno berjalan – jalan di pematang sawah, melihat para petani bekerja . Bung Karno menyaksikan sendiri kehidupan rakyat kecil yang miskin, bodoh, dan sengsara . Bung Karno bertekad melepaskan rakyat dari belenggu kebodohan dan kemiskinan . Bung Karno mengajar rakyat indonesia untuk bersatu .
Waktu sekolah di Surabaya, Bung Karno tinggal di rumah Cokroaminoto, tokoh pergerakan nasional terkemuka saat itu . Dari Cokroaminoto ia banyak belajar masalah politik . Bersama beberapa temannya, pada tanggal 4 Juli 1927 ia mendirikan Partai Nasional Indonesia ( PNI ) dan dipilih menjadi ketua PNI untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia . Bung Karno melancarkan kritik-kritik tajam terhadap pemerintah Belanda . Beliau gigih berjuang mencapai Indonesia Merdeka . Bung Karno yakin tanpa persatuan dan kesatuan tidak mungkin kita dapat mencapai kemerdekaan . Pada akhir tahun 1929, Bung Karno di tangkap dan dipenjarakan di Bandung . Di depan pengadilan kolonial yang memeriksa perkaranya, ia mengucapkan pembelaan yang berjudul ” Indonesia Menggugat ” . Ia dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, tetapi sebelum masa hukuman itu habis dijalaninya, ia dibebaskan . Setelah Bung Karno dibebaskan, ia memimpin Partai Indonesia ( Partindo ) . Karena kembali aktif di bidang politik, dalam bulan Juli 1933 ia ditangkap untuk kedua kalinya . Beliau dibuang ke Ende ( Flores ) , kemudian dipindahkan ke Bengkulu . Setelah Jepang menduduki Indonesia , ia dibebaskan . Pada tahun 1942, dengan serangan kilat tentara Jepang menggempur Belanda di Indonesia . Penjajah Belanda tidak mampu mempertahankan tanah jajahannya . Belanda lari meninggalkan Indonesia . Sejak itu, kita lepas dari penjajahan Belanda dan kemudian dijajah Jepang . Semua penjajah bersifat sama, semua kejam dan rakus .
Bung Karno tetap anti penjajah . Namun beliau menjalankan taktik lain . Beliau bertindak seolah-olah mau bekerja sama dengan penjajah Jepang, sehingga Bung Karno lebih bebas menggembleng rakyat . Bung Karno menggelorakan semangat kebangsaan diantara rakyat . Bersama tokoh – tokoh nasional lainnya , Bung Karno memimpin Pusat Tenaga Rakyat ( Putera ) . Kemudian ia duduk di Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI ) . Dalam salah satu sidang badan ini, Bung Karno mengucapkan pidatonya yang membuat konsep tentang dasar negara . Setekah BPUPKI di bubarkan, dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) . Bung Karno diangkat menjadi ketua dan Mohammad Hatta sebagai wakil ketua .
Pada tahun 1945 Jepang kalah perang melawan Sekutu . Kesempatan itu tidak disia-siakan . Seluruh rakyat Indonesia bersatu padu, kokoh dan erat, bangkit serentak melawan penjajah untuk mencapai kemerdekaan . Malam hari tanggal 16 Agustus 1945 bersama Bung Hatta dan Ahmad Subardjo, Bung Karno menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan pukul 10 .00 pagi pada tanggal 17 Agustus 1945 . Kemerdekaan Indonesia itu diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia . Sejak 17 Agustus 1945 kita menjadi bangsa yang Merdeka yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia . Tanggal 18 Agustus 1945 Bung Karno dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia, dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden . Jabatan itu dipegang Bung Karno sampai tahun 1967 . Bung Karno adalah Pahlawan dan Proklamator kita . Bung Karno wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta, pada usia 69 tahun . Atas permintaan keluarga almarhum, jenazah Bung Karno dimakamkan di sisi makam ibundanya di desa Sentul, Blitar , Jawa Timur .

By
Arethere ‘ s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: