PERJANJIAN ROEM – ROYEN

Meskipun telah melakukan perundingan dengan Indonesia , Belanda terus melakukan pengepungan dan blokade .
Belanda juga melanjutkan mendirikan negara – negara boneka , misalnya negara Pasundan ( 20 Februari 1948 ) dan negara Jawa Timur ( 16 November 1948 ) . Selanjutnya , Belanda mengusulkan di bentuknya pemerintahan sementara ad interim . Oleh karena pemerintah Republik Indonesia tidak memberikan jawaban , Dr Beel sebagai pengganti Van MOOK merasa tidak terikat lagi oleh perjanjian RENVILLE dan melancarkan Agresi Militer ll pada tanggal 1948 .
Akhirnya , pihak Indonesia – Belanda mengadakan pendekatan sebagai kelanjutan dari Perjanjian Renville . Setelah diadakan pembicaraan berulang kali di bawah pengawasan KTN, Indonesia dan Belanda kembali mengadakan perundingan . Indonesia diwakili oleh Mr. Muh. Roem dan Belanda diwakili oleh Dr. Van Royen .
Naskah perundingan di tanda tangani pada 7 mei 1949 . Isi pokoknya ialah kedua belah pihak setuju dan akan hadir dalam Konferensi Meja Bundar yang akan diselenggarakan di Den Haag , Belanda , pada tanggal 23 Agustus – 2 November 1949 .

By
Arethere ‘ s

Home page

1 Komentar (+add yours?)

  1. kagome hiruma
    Agu 11, 2009 @ 14:50:29

    mana isi perjanjiannya ni…………..koq cuman gito, gw da tgs nie tentang ntu prjanjian

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: